Sosok Sanggam Hutapea di Mata Generasi Muda
Oleh : Jan Pieter Simorangkir
Ketika tahun lalu, kaum muda nasional dari latar belakang ilmu dan golongan yang berbeda mengadakan pertemuan di Jakarta berdiskusi untuk meretas jalan baru mencari pemimpin muda di Indonesia , eforia itu dengan cepat ditangkap oleh generasi muda di hampir seluruh daerah nusantara , tak ketinggalan di Kabupaten Tapanuli Utara.
Diskusi di beberapa tempat dengan topik baru membahas perjuangan pembaharuan untuk melahirkan pemimpin baru pun mengemuka, apalagi menjelang pilkada (pemilihan Kepala daerah) Taput periode 2009-2014 yang menyita banyak perhatian. Banyak orang mendedikasikan bahwa pesta demokrasi yang digelar Oktober 2008 adalah untuk mencari sosok pemimpin ideal.
“Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Taput membutuhkan jalan baru yaitu lahirnya seorang pemimpin yang berlandaskan pluralisme dan berdiri diatas keberagaman karakter, dengan menanggalkan “stempel primordialisme” .Semangat primordialisme yang dipertontokan masyarakat dalam memilih pemimpin seringkali melahirkan pemimpin yang kurang berkualitas,” ujar Jupri Sitompul.
Atas dasar itu, rakyat khususnya generasi muda menginginkan pemimpin baru yang berkarakter tangguh dan bervisi kuat serta dilegitimasi atas semua golongan. Namun jika pemimpin baru itu tetap menempuh jalan lama, yaitu jalan yang terbukti gagal membawa kemakmuran dan kesejahteraan rakyat selama beberapa tahun terakhir ini, rakyat akan kembali dikhianati, dan bobot legitimasinya akan tercabut dengan sendirinya ” ujar Sitompul, salah seorang generasi muda yang bermukim di kawasan Pahae.
Nah, dari sekian banyak figur calon kandidat yang muncul , lalu apa alasan generasi muda di Taput lebih condong tertarik dengan sosok Ir. Sanggam Hutapea MM?, tercatat dari sekian banyak simpatisan dan yang bekerja di tim pencitraan Sanggam Hutapea lebih banyak dihuni oleh kalangan muda dari berbagai latar belakang dan displin ilmu. Tak hanya itu, dikalangah pelajar, (yang masuk pemilih pemula), Sanggam begitu dikagumi. Hampir pada setiap kunjungan ke daerah daerah, jebolan IPB ini, selalu dinanti dan disambut pelajar Sekolah Menengah Atas.
Dikalangan akademisi (masuk digolongan generasi muda) Ir Sanggam MM juga mendapat tempat. Beberapa kali ayah dari satu orang putra ini diundang menjadi pembicara (narasumber) dalam pertemuan yang digagas mahasiswa/i . Informasi terakhir,minggu depan Sanggam Hutapea akan tampil sebagai pembicara di Universitas Sisingamangaraja XII Siborongborong Taput dengan topik tentang pertanian. Dia sendiri akan didampingi beberapa orang doktor, termasuk dimoderatori Dr Ir Mangasi Panjaitan.
Mampukah Sanggam Menjawab Tantangan itu.
Seberapa jauhkan harapan masyarakat di daerah ini terutama generasi muda kepada Sanggam Hutapea. Lalu mampukah dia menjawab tantangan itu?
Beberapa waktu lalu, GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) saat melakukan pertemuan di Gedung Kesenian Tarutung kedatangan seorang tamu istimewa yaitu Ir Sanggam Hutapea MM salah satu senioren GMKI. Nuansa membangkitkan semangat generasi muda sangat kental dalam pertemuan itu.Ketika didaulat memberikan kata sambutan, Sanggam Hutapea mampu menyulap pertemuan itu dengan mendorong generasi muda menjadi bahagian terpenting dalam setiap proses pembangunan dan politik. Aplaus dari undangan pun menggema kepada pria berusia 46 Tahun, Alumnus UGM (Universitas Gajah Mada) itu.
Sementara itu dalam pertemuan dengan ratusan supir angkot 01 jurusan Tarutung- Siatas Barita di Hotel Hineni dua minggu lalu, Sanggam Hutapea menyatakan dalam 3-4 tahun terakhir Taput menjadi salah satu daerah miskin di propinsi Sumatera Utara. Malah, menurut Sanggam pertumbuhan ekonomi yang dicapai rakyat di Tapanuli Utara masih dibawah pertumbuhan ekonomi secara nasional. ”Sangat mengkhawatirkan dan sangat jauh tertinggal,maka pemerintah kedepan harus mampu mendongkrak sektor pertanian yang menjadi soko guru 89 persen rakyat Taput, sektor lain yang masih tidur juga perlu dibangun dan dibenahi , ”ujarnya.
Untuk keluar dari keterpurukan ini dan menciptakan kesejahteraan bagi mayoritas rakyat Taput harus memperjuangkan jalan baru , yaitu jalan yang anti korupsi dan yang lebih mandiri. “Inilah yang diperjuangkan generasi muda Taput saat ini dan kita berharap teman teman lain akan ikut dalam pergerakan meretas jalan baru itu, terutama dalam pilkada Taput nanti,” ujar Sihar M Simorangkir di Siatas Barita.
Sementara itu Gom Rihat Simorangkir menyatakan kabupaten yang sebentar lagi genap berusia 63 tahun ini, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir belum menggembirakan dalam pencapaian kesejahteraan rakyat.” Saya pun seorang petani, saya rasakan juga kurangnya dorongan dari pemerintah yang kami peroleh selama ini. Angka kemiskinan dan pengganguran malah tidak berkurang. Sebahagian besar petani pun justru semakin tidak sejahtera. Berbagai persoalan klasik pun masih menggelayut, maka saat ini kita membutuhkan pemimpin yang tangguh dan berpihak kepada rakyat ,” ujarnya.
Sementara itu Gortap Simanjuntak dari Siborongborong mengatakan untuk keluar dari persoalan itu, suka atau tidak suka , rakyat sekarang, yang didalamya termasuk generasi muda menginginkan pemimpin baru inovatif yang mampu menghembuskan sebuah angin pembaharuan kesejahteraan. Sebab tak dapat disangkal bahwa generasi muda adalah bahagian terpenting dalam menentukan arah politik dan pembangunan sebuah bangsa dan daerah,” tandasnya.
Lalu bagaimana generasi muda melihat kehadiran Ir Sanggam Hutapea MM, yang namanya telah menghiasi ranah politik Taput yang kian memanas belakangan ini ?. Kehadiran Sanggam di Taput memperlihatkan ia bukan saja untuk menemukan jati diri sebagai seorang putra daerah yang ingin memenuhi panggilan jiwanya membangun bonapasogit, tetapi dia lebih mencoba membuat kehidupan Taput tidak dipecah oleh marga atau primordialisme ”, ujar Maruli Sidabutar.
Sebagai seorang pelaku ekonomi di berbagai perusahaan yang berkembang pesat, ia melihat kemiskinan dan ketertinggalan Taput merupakan pekerjaan besar yang harus dilakukan. Sistem adalah penyebab semua itu. Untuk mengubahnya Sanggam Hutapea sadar hal itu harus dilakukan melalui gerakan politik. Banyak kalangan berpendapat Sanggam bisa berhasil membangun Taput jika berhasil mengubah mainstream birokrasi dari model birokrat menjadi enterpreneur (pengusaha),” ujar Swardi Pasaribu dari Sarulla.
Dalam beberapa kesempatan Sanggam Hutapea sendiri mengatakan dirinya sempat bingung dengan pola birokrasi yang ada di Taput saat ini . Dia lantas mengatakan ingin mengubah gaya kepemimpinan birokrat dengan sentuhan entrepreneur, jika dipercaya rakyat memimpin Taput.
Kegelisahan yang digalaukan mengenai kemiskinan setidaknya telah mendorong dia untuk memutuskan maju menjadi salah satu calon kandidat Bupati Tapanuli Utara. Bagai gayung bersambut seorang kolumnis muda bernama J Frans Lumbantobing SH menulis dengan judul “Bung Sanggam Silahkan Bangun Tanah Kelahiranmu!. Frans melihat Sanggam Hutapea sebagai figur yang merangkul, jujur,pintar dan ingin mengubah peta politik Taput yang lebih sehat.
Secara terpisah, Bambang Hutabarat dari Kecamatan Tarutung mengatakan saat ini popularitas Sanggam Hutapea sebagai calon pemimpin perlahan naik secara pasti.”Sebagai generasi muda saya berharap rekan rekan yang lain juga mendukung dia,”ujarnya.
Dan Jika Sanggam Hutapea terpilih menjadi bupati Tapanuli Utara , setidaknya dia sudah mengubah sejarah Taput, dia datang dari luar birokrasi dan merupakan pelaku swasta murni. Ini adalah inspirasi bagi banyak orang yang merasa selama ini tidak mendapat tempat diranah politik Tapanuli Utara selama puluhan tahun terakhir, terutama generasi muda.
Belakangan, pria yang telah sukses menggeluti bidangnya di sektor swasta dengan memimpin beberapa perusahaan besar yang berbasis di Jakarta itu, semakin banyak mendapat dorongan dari masyarakat untuk berketetapan hati maju menjadi calon kandidat Bupati Taput. Selain itu, banyak yang mendesak agar Sanggam Hutapea segera menetapkan calon pendampingnya. Sanggam sendiri menyatakan tidak mau terburu buru untuk membuat keputusan. ”Menetapkan pendamping (wakil bupati) tentu harus melalui pertimbangan, tetapi yang jelas dia harus inovatif dan dan berkarakter tangguh ,” ujarnya. ***
Tarutung, 29 Juni 2008
Jan Pieter Simorangkir
Kamis, 03 Juli 2008
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
1 komentar:
Pergaulan yang baik dengan beberapa orang yang ahli dalam pertanian dan ekonomi pertanian meyakin kita akan kesanggupan Pak Sanggam. Karena kedepan, ahli-ahli bisa dikatakan ilmuwan di negeri ini harus lebih dihargai dan dipertibangkan dalam kemajuan bangsa. Terutama pertanian di Tapanuli dimasa depan harus mengarah kepada pertanian yang moderen.
Poskan Komentar