Pemerintah Harus Serius Mengatasi Kelangkaan Pupuk
15 Juli 2008 | 09:41 WIB
Jakarta ( Berita ) : Pemerhati pertanian yang bakal maju sebagai calon bupati Tapanuli Utara Ir Sanggam Hutapea mendesak pemerintah untuk serius mengatasi kelangkaan pupuk, yang kerap terjadi dari tahun ke tahun.
Pupuk bersubsidi bukanlah komoditi perdagangan tetapi barang bersubsidi untuk kebutuhan petani,” katanya, di Jakarta Senin [ 14/07].
Menurutnya pemerintah harus lebih meningkatkan koordinasi pendistribusian pupuk, untuk itu Menteri Pertanian perlu melakukan kajian yang lebih dalam tentang penyediaan yang sesuai dengan kebutuhan dan mengimplementasikan sistem distribusi pupuk bersubsidi yang efektif dan lebih memberikan manfaat kepada petani.
Sanggam juga meminta supaya pemerintah memperhatikan kesejahteraan petani. Kesejahteraan petani semakin merosot akibat kenaikan BBM dan kegagalan panen.
Disebutkannya, dana untuk mensejahterakan petani yang disalurkan melalui Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP), Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat (LM3), Sistem Pembiayaan Pertanian Perdesaan (SP3), dan Program Kredit lainnya tidak dimanfaatkan untuk mensejahterakan petani. Untuk itu ,ia meminta agar Departemen Pertanian meninjau kembali alokasi PUAP.
Dalam usaha optimalisasi penyaluran SP3, Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada petani, Sanggam meminta Departemen Pertanian RI untuk lebih berkoordinasi dengan pihak perbankan.
Ia juga mendesak pemerintah untuk menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) dan Gabah Kering Giling (GKG) yang harus ditetapkan tahun ini. Pada sisi lain, pemerintah juga sewajarnya menyiapkan anggaran ganti rugi biaya produksi bagi petani yang hasil panennya mengalami kegagalan. (aya)
Selasa, 15 Juli 2008
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
1 komentar:
Hal-hal yang dituntut oleh Pak Sanggam terhadap pemerintah sangat berpihak kepada nasib rakyat miskin. Jika Pak Sanggam sendiri nanti terpilih sebagai pemimpin maka semua permasalahan itu akan segera diantisipasi.
Poskan Komentar