Sanggam Punya ‘Hutang’ Yang Harus Dibayar Pada Tapanuli Utara
10 Juni 2008 | 21:09 WIB
Jakarta ( Berita ) : Kesuksesan yang diraih Sanggam Hutapea di Ibukota Jakarta dengan posisi sebagai Direktur Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC), sebuah jabatan paling bergengsi, bukan menjadikan putra kelahiran Tarutung yang mempersunting Tiurlan Merry E.Samosir,SE dan dianugerahi seorang anak bernama Jhosua Graciano M merasa puas.
Sebagai Direktur Balai Sidang yang bergengsi dan selalu dipergunakan untuk acara-acara nasional dan internasional, sudah tentu bukan hanya memberikan kesejahteraan bagi Sanggam, tetapi juga menghantarkan Sanggam Hutapea begitu dekat dengan kalangan pejabat tinggi dan elite politik di negeri ini.
Di kursinya yang empuk, Sanggam Hutapea seakan tidak bisa duduk tenang. Setiap hari, bayangan akan kampung halaman, dan kehidupan petani di Tapanuli Utara, selalu membuat dirinya merasa punya ‘hutang’ yang harus dibayar.
Awalnya, untuk memenuhi panggilan jiwa dan membayar ‘hutang’ kepada kampung halaman, Sanggam beberapa bulan terakhir ini selalu rutin ke Tarutung dan berbaur langsung ke tengah-tengah masyarakat untuk mengetahui masalah dan penderitaan rakyat.
Keluhan para petani, membuat dirinya bersedih dan tidak bisa tidur tenang. Memang, dia sudah mencoba berupaya memberikan berbagai masukan kepada petani, termasuk mendatangkan ahli coklat untuk meneliti penyakit coklat yang sangat merisaukan petani coklat. Di samping itu, Sanggam juga sudah menjejaki pembuatan bibit coklat unggul bekerjasama dengan ahlinya dari IPB Bogor.
Tetapi, apa yang telah diperbuatnya bagi petani colkat, ternyata hanya bagian terkecil dari masalah yang dihadapi rakyat Tapanuli Utara. Setiap kembali ke Jakarta, kegelisahan yang menggetarkan hati sanubarinya tak kuasa dilawan , sebagaimana dia dulunya tegar menghadapi tantangan untuk meniti karir demi karir di perantauan.
Hanya satu jawaban yang harus ditentukan Sanggam untuk dapat berbuat banyak bagi Tapanuli Utara, yakni maju sebagai salah seorang calon bupati untuk bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Dia yakin, mengabdi dan melayani rakyat harus menduduki posisi kepala daerah.
Keputusan yang sangat berat, tentu membuat Sanggam harus terlebih dahulu berkonsultasi dengan istri tercinta, yang tetap terlihat cantik dan enerjik. Argumentasi argumentasi yang disampaikan Sanggam untuk maju sebagai calon Bupati pada Pilkada Taput yang dijadwalkan berlangsung bulan Oktober mendatang, ternyata mendapat persetujuan yang kuat dari keluarga, dengan harapan sosok Sanggam bisa menjadi sebagai jawaban betapa rakyat Tapanuli Utara merindukan pemeimpin yang mampu melakukan perubahan untuk menggapai kemajuan Tapanuli Utara dengan lebih nyata.
Memang, memutuskan untuk maju sebagai calon bupati melalui proses pemikiran yang cukup lama dan matang. Aapa lagi sebelumnya memang Sanggam tidak mempunyai niat untuk ikut berpartisipasi dalam Pilkada, namun setelah melihat langsung apa yang dialami masyarakat akhirnya Sanggam tertantang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tapanuli Utara.
Sosok Sanggam Hutapea adalah sosok pemimpin yang pas untuk kebutuhan Tapanuli Utara lima tahun ke depan . Apa lagi, mengabdi pada kampung halaman adalah tugas yang lebih mulia dan tidak ada alasan bagi Sanggam menomorduakan pengabdian kepada kampung halaman dan nomorsatukan kepentingan pribadi atau kelompok.
Sebagai calon pemimpin Sanggam Hutapea telah menunjukkan keseriusan dan perhatian pada rakyat. Ia datangi rakyat tanpa mengumbar janji. Ia dengar keinginan rakyat dan bertekad untuk bekerjakeras merealisasinya. (aya)
Rabu, 11 Juni 2008
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar