Jumat, 27 Juni 2008

Sanggam Ingin Wujudkan Revitalisasi Pertanian

Sanggam Ingin Wujudkan Revitalisasi Pertanian

24 Juni 2008 | 21:25 WIB

Jakarta ( Berita ) : Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tapanuli Utara (Taput) yang mayoritas petani. Revitalisasi sektor pertanian harus menjadi prioritas sebab tidak ada yang bisa memproduksi pangan kecuali pertanian. Bahkan, masa depan energi juga pada bioenergi dan itu pertanian, juga obat-obatan, ujar salah seorang calon bupati Taput Ir Sanggam Hutapea, MM, kepada Berita, Selasa [24/06] pagi tadi , melalui saluran telepon.

Agar revitalisasi pertanian berhasil menurutnya, harus dilakukan dari bawah yakni pedesaan/kelurahan, dengan kata lain perlu dilakukan moderinisasi pedesaan, karena sebagian besar masyarakat di desa merupakan petani. Secara spesikfik, kata Sanggam, revitalisasi pertanian dilakukan untuk mendukung penciptaan lapangan kerja terutama di pedesaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Untuk mewujudkan impiannya melakukan revitalisasi pertanian di kampung halamannya itulah, Sanggam Hutapea siap meninggalkan jabatan bergegsi di Ibukota Jakarta dan maju sebagai calon bupati untuk bertarung di Pilkada Taput yang dijadwalkan bulan Oktober mendatang.

Alumni IPB Bogor ini mengatakan, berbagai kegiatan yang harus dilakukan dalam program revitalisasi tersebut yakni pemilihan komoditi bernilai ekonomi tinggi, memperbaiki mekanisme pertanian, pengamanan ketahanan pangan, peningkatan daya saing, diversifikasi, peningkatkan produktivitas dan nilai tambah.

Kegiatan modernisasi pedesaan dan revitalisasi pertanian itu dapat tewujud jika ditunjang sarana dan prasarana atau infrastruktur seperti jalan, jembatan, irigasi dan air bersih, tegas Sanggam. Dalam konsep yang akan diterapkan Sanggam Hutapea jika nanti memang dipercaya rakyat, yakni merevitalisasi pertanian dalam arti luas secara konsekuen, baik di bidang tanaman pangan, perkebunan, perikanan, peternakan, dan juga kehutanan.

Disamping itu, diakui akan menata produksi pertanian mulai dari penanaman hingga pemasaran, serta membuat commodities zoning (perwilayahan komoditas). Jadi setiap potensi lahan sebuah wilayah dicocokkan dengan komoditas yang akan dikembangkan agar hasilnya lebih optimal, tutur Sanggam lebih rincin

Ketika ditanya mengapa dirinya concern kepada revitalisasi pertanian, secara tegas Sanggam mengakui keprihatinannya melihat pertanian di Taput yang terpinggirkan dan untuk mewujudkan panggilan jiwa sebagai putra daerah. iakuinya revitalisasi pertanian itu merupakan komitmen yang kuat sebagai pemihakan kepada petani.

Selama ini revitalisasi pertanian biasanya hanya janji politis kepada pemilih. Setelah duduk, sering dilupakan. tukasnya Sanggam meyakini, hanya dengan revitalisasi pertanianlah untuk mewujudkan petani modern,dan mampu menyekolahkan anak-anaknya berpendidikan tinggi.(aya)

0 komentar: