Sentuhan Intelektual Sanggam Hutapea
Oleh : Jan Pieter Simorangkir
Ir Sanggam Hutapea MM barangkali salah satu dari sekian calon pemimpin yang memulai langkah awal perkenalan dengan masyarakat dengan sentuhan intelektual yang begitu kental. Hal hal besar untuk membangkitkan pengetahuan dan menumbuhkan rasa percaya diri warga dan petani setidaknya telah dilakukanya selama 2 bulan terakhir di Taput. Yang paling utama, membantu petani mengatasi kendala yang saat ini dihadapi dengan menurunkan ahli tanaman coklat dan kopi.
“Bukan latah, turunya pakar dari berbagai displin ilmu dapat membantu mencerahkan dan masyarakat akan lebih mengerti pengetahuan diberbagai bidang terutama pertanian yang masih ikon penopang hidup warga di bona pasogit,tidak hanya survei yang kita lakukan, tetapi penanggulangan” sebut Sanggam Hutapea dalam perjalanan dari Tarutung menuju Sigompulon Kecamatan Pahae Julu , guna menghadiri sosialisasi pertanian, Senin lalu.
Tercatat, Sanggam Hutapea secara bergiliran telah memboyong Ir Bastian Sitompul, DR Sabam Malau,DR Ir Mangasi Panjaitan berdiskusi dengan rakyat pada sosilisasi pertanian yang dilakukan.Tidak hanya itu, Ir Trihartomo MSc, seorang ahli tanaman coklat daru Pulau Jawa dan DR Ir Mohammad Husein, ahli tanaman kopi dari Jember justru tidak sekedar pembicara, malah diterjunkan ke lapangan berbaur dengan petani dengan melakukan survei, analisa, kajian sekaligus mendemontrasikan cara penanggulangan dan pananganan secara tepat guna berbagai hama dan penyakit yang menyerang tanaman.
Secara marathon, Ir Trihartomo ahli tanaman coklat sudah bekerja membantu masyarakat di Kawasan Pahae meliputi Kecamatan Pahae Julu,Pahae Jae,Simangumban dan Purba Tua.Sementara Dr Ir Muhammad Husein juga berpetualang dengan petani kopi di Kecamatan Siborongborong dan Kecamatan Sipahutar untuk menghadapi penyakit karat daun dan hama pada buah tanaman kopi. Menurut Sanggam, sepanjang dibutuhkan kedua ahli itu akan diturunkan kembali ke Taput.
Konsep Brillian
Sang komandan dari kelompok intelektual itu yakni Ir Sanggam Hutapea MM yang juga seorang pelaku ekonomi juga tak segan segan memberikan pengalaman dan ilmunya bagi siapa saja yang membutuhkan.Beberapa kali ,dia diundang salah satu stasion radio terkemuka di daerah ini menjadi narasumber dalam diskusi publik dan dialog interaktif yang disiarkan langsung.
Audiens pun mengaku puas dengan jawab Sanggam dan suara pamungkas yang sering diterima Sanggam Hutapea adalah dukungan terhadap dirinya pada pilkada mendatang.”Sanggam menjawab pertanyaan dengan lugas,tepat , singkat dan nuansa inteleknya begitu kental,”ujar Elsa,seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di Jln DI Panjaitan Tarutung.
Selain itu Sanggam juga diundang sekelompok mahasiswa untuk membahas soal kenaikan BBM dan masalah ekonomi makro di Hotel Glory Tarutung.Media- media terkemuka terbitan ibukota juga sering meminta pandangan dan pendapat Sanggam terkait berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa saat ini, terutama menyangkut ekonomi.Dalam terbitan itu, Sanggam Hutapea justru disandingkan dengan pendapat beberapa tokoh dan elit politik kawakan di Jakarta.
Terakhir, Selasa ( 20/9) Metro menangkap sekelompok pemuda di kawasan Hutabarat melakukan dialog jarak jauh dengan Sanggam Hutapea melalui telepon, terkait kenaikan BBM dan masalah sulitnya perkembangan ekonomi di Tapanuli Utara. Sanggam sendiri mengaku membuka lebar-lebar kontak personnya kepada warga yang ingin berkomunikasi dengan dia.
Dalam sebuah wawancara eksklusif di Hotel Hineni Tarutung,Minggu ( 20/5) Sanggam kepada Metro membongkar rahasia dibalik upayanya mendatangkan para pakar diberbagai bidang tersebut.”Jawabnya sangat simpel, membangun sebuah daerah dibutuhkan ahli yang benar benar menguasai bidangnya.Tapanuli Utara bukanlah sebuah daerah yang telah memasuki titik surplus yang ditopang dengan tatanan ekonomi masyarakat yang sudah mapan dan maju. Sebaliknya , yang menjadi pekerjaan besar saat ini adalah memberdayakan dan mendongkrak seluruh potensi SDM dan SDA , maka dibutuhkan manusia intelektual, agar dapat menuju titik tersebut”, tandasnya.
“Persoalan lain, masih banyak yang hendak ditata ulang terutama menyangkut pertanian masyarakat yang sebahagian besar berkutat di pola tradisional. Maka apa yang dapat kita lakukan dalam waktu cepat , harus dioptimalkan, termasuk penanggulangan hama dan penyakit tanaman dan bantuan penyediaan bibit yang bersertifikat.” Kegalauan jiwa saya tidak sabar melihat kondisi petani berhadapan dengan berbagai permasalahan, jangan dipikir saya gagah gagah-an dengan membawa mereka ke Taput, jika ada pihak lain yang ingin meniru, silahkan saja, ” ujar sambil tersenyum.
Sebagai upaya meningkatkan pengetahuan petani, dalam waktu yang tidak terlalu lama Sanggam telah mendorong minimal 2 (dua) orang putra/putri Taput dari 15 Kecamatan guna mengikuti pelatihan pertanian, khusunya tanaman holtikultura di Brastagi.Semua biaya pelatihan ditanggung oleh Sanggam Hutapea.
Langkah Sanggam tidak sampai disitu, dalam waktu dekat DR Martin Panggabean, seorang ahli monoter , pemikir di Bank Mandiri akan diboyong pulang ke bona pasogit. Juga DR T Sipayung dan pakar pakar lainya seperti DR Krisna Wijaya (Mantan Dirut BRI).Selain itu juga akan diturunkan ahli tanamn karet yang saat ini sangat dibutuhkan petani karet di Kecamatan Adian Koting. ”Atas dasar kepedulian terhadap Bona Pasogit, mereka telah menyatakan kesediaan,walapun rata rata telah mempunyai aktivitas dan status sosial yang sudah mapan, dan saya bersyukur mereka mau meluangkan waktu membantu dan peduli dengan Bona Pasogitnya melalui gerakan yang saya rintis saat ini ,” ujar Sanggam.
Dr Ir. Muhammad Husein mengatakan, petani di Taput pada umumya punya kemauan yang sangat tinggi. Lahan pertanian pun masih memungkinkan untuk diperluas dan dikembangkan.Termasuk pengembangan budidaya tanaman holtikultura. Permasalahan yang dihadapi sekarang adalah ketika petani ditekan dengan munculnya hama dan penyakit tanaman, belum lagi harga pupuk yang melambung tinggi.
Dia menjelaskan, khusus tanaman kopi sebaiknya dilakukan pemupukan pertama pada awal musim hujan, dan pemupukan kedua pada akhir musim hujan.”Pupuk diletakkan minimal 40 sentimeter dari batang atau ditarik garis vertikal dari ujung daun terkhir tanaman kopi.
Dia juga menganjurkan, jika kesulitan memperoleh pupuk Ponska atau sejenisnya, dapat diganti dengan larutan induk dari Daun sirih.” Daun sirih dapat ditumbuk dan diperas setelah dicampur dengan air hingga menghasilkan larutan induk.Larutan induk tersebut langsung disemprotkan ke tanaman kopi,” ujar Direktur Pusat Inkubator Agribisnis itu.
DR Ir Mangasi Panjaitan, seorang ahli pemasaran komoditas mengemukakan banyak hal yang sebenarnya dapat dilakukan untuk membuka akses pasar di Taput.Pekerjaan besar adalah bagaiman menekan angka kemiskinan dan pengangguran. Langkah elegan menurut dia, petani cukup didorong dan dikawal untuk menanam hingga proses produksi.
Untuk pemasaran, saya pikir pemerintah harus berjibaku mencari akses pasar.Jangan lagi mereka dibebani untuk memasarkan hasil pertanian, maka rakyat sangat membutuhkan pemimpin yang empunyai konsep brilian ber orientasi kerakyatan, dan saya yakin Sanggam Hutapea dapat melakukan itu, makanya kami meluangkan waktu membantu dia ,” ujar Guru Besar di beberapa Perguruan Tinggi di pulau Jawa itu.
Sementara itu pengamat politik di Bona Pasogit J Frans Lumbantobing SH menyatakan apa yang dilakukan Sanggam Hutapea merupakan langkah brilian untuk memajukan pembangunan di Bona Pasogit.
“Dalam dunia politik, calon pemimpin sebaiknya mengedepankan hal hal seperti yang diperbuat Sanggam.Terus terang, saya selalu memantau gerakan dia dan dia jarang menyinggung soal politik, tetapi ada nuansa baru yang dihembuskan, dan saya melihat banyak rakyat menginginkan itu. Dengan diboyongnya beberapa pakar ke Taput bisa jadi dapat meyakinkan rakyat , bahwa Sanggam tidak main main untuk memenuhi panggilan jiwanya membangun Taput.
Dia berharap survei dan kajian yang dilakukan Sanggam dan rekanya dapat dikolaborasikan untuk memperkaya blue print pembangunan Taput yang lebih jelas dan terarah di masa mendatang.”Saya yakin langkah brilian yang dilakukan, jika Sanggam terpilih menjadi Bupati Taput, seluruh stake holder (pemangku amanah) dibawah kepemipinanya akan berpacu untuk bekerja optimal tanpa menunggu,sebab konsepnya sudah jelas “ ujarnya. (jps).
Tarutung, 23 Mei 2008
Jan Pieter Simorangkir
Minggu, 25 Mei 2008
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar