Minggu, 25 Mei 2008

Dukungan Kepada Ir Sanggam Hutapea,MM Semakin Menguat

Dukungan Kepada Ir Sanggam Hutapea,MM Semakin Menguat

Masyarakat Sipahutar Minta Perhatian Serius Sanggam Hutapea

Tarutung,Metro

Dukungan kepada Ir Sanggam Hutapea MM,salah satu calon kandidat Bupati Tapanuli Utara periode 2009-2014 semakin kuat.Seminggu terakhir,warga masyarakat di Kecamatan Siborong-borong,Sipahutar,Pahae Julu dengan spontan memberikan dukungan sekaligus meminta Sanggam Hutapea agar beketetapan hati maju dalam pilkada mendatang.Dukungan juga terus mengalir dari Kawasan Pahae,Adian Koting,Siatas Barita dan Tarutung.

Desakan dalam bentuk dukungan itu diperkirakan muncul dari ketidaksabaran warga, sebab Ir Sanggam Hutapea dalam setiap pertemuan dengan warga masyarakat hampir tidak pernah menyinggung soal pilkada.Melalui Sanggam Hutapea Center yang dibidani Sanggam, sekitar 60 persen daerah daerah di kecamatan yang berada diwilayah Taput sudah tersentuh dengan sosialisasi pertanian yang dilakukan, tetapi wacana politik jarang dibicarakan, Sanggam menyebut tujuan utama adalah melihat secara langsung kondisi yang dialami masyarakat agar dapat dapat dikaji dan dianalisa, pilkada nanti saja.

“Sangat tidak etis jika kegiatan seperti ini melulu membahas soal pilkada.Yang kita inginkan, kondisi yang dihadapai rakyat, dimana yang harus diperbaiki dan apa saja yang akan kita lakukan untuk membangkitkan semangat petani.Permasalahan yang dihadapi sekarang adalah keterpurukan dalam beberapa sektor ekonomi, itu yang harus kita lihat dan perbaiki,”tandas Sanggam kepada Metro ,Selasa ( 21/5) di Sipahutar.

Dia pun menyebut, hasil tinjauan dan pertemuan dengan rakyat menjadi sebuah bahan untuk melengkapi cetak biru untuk membangun Tapanuli Utara yang lebih jelas dan terarah.Data dan fakta dilapangan merupakan pijakan untuk membuat kebijakan dengan pola pendekatan pembagunan beriorientasi rakyat,ujar jebolan Institut Pertanian Bogor itu.

Di Desa Siparendean Kecamatan Sipahutar,Minggu ( 20/5) pertemuan yang dihadiri sekitar 1500 orang dari berbagai desa,kelompok tani dan tokoh masyarakat mengisyaratkan bahwa kehadiran Sanggam yang didampingi DR Ir Mangasi Panjaitan dan Dr Ir Muhammad Hussein dan Antony Nainggolan telah memberikan angin pembaharuan yang selama ini diidamkan masyarakat,

Sosialisasi pertanian dengan seabreg permasalahn yang dihadapi petani dikawasan tersebut telah membuka tabir bahwa sebenarnya rakyat Taput saat ini sangat membutuhkan seorang pemimpin yang mampu melahirkan konsep konsep baru pembangunan,

“Sudah berapa orang bupati yang telah menjabat di Tapanuli Utara, tetapi apa yang dinginkan rakyat tidak pernah terwujud, selalu dalam sebuah bingkai janji yang muluk muluk.Tetapi kami yakin Ir Sanggam Hutapea, merupakan jawaban dari sekian puluh tahun penantian rakyat Taput untuk membawa daerah ini ke arah yang lebih maju.Katakan sekarang, apakah bapak menjadi calon bupati, kami semua yang hadir disini siap mendukung,”ujar Hamonagan Simanjuntak,mewakili tokoh masyarakat .

Sementara itu, Basar Simanjuntak Ketua Kelompok Tani Di Desa Lobu Nauli,selain memberikan dukungan juga meminta agar Sanggam lebih memberikan perhatian serius untuk petani di Kecamatan Sipahutar."Paparan bapak telah membangkitkan semangat kami, kiranya Sanggam Hutapea dilindungi Tuhan dalam langkah dan cita citanya membangun Taput<' ujar Basar Simanjuntak.

Komoditas Yang Diminati Pasar.

Desakan dan dukungan tersebut pun memaksa Sanggam untuk memberikan jawaban bahwa diirnya pun siap bertarung pada pilkada Taput mendatang.Hanya saja dia menyebut, tujuan utama pertemuan tersebut merupakan sarana yang paling tepat untuk mengakomodir berbagai permasalahn yang dihadapai rakyat saat ini.”Saya akan maju menjadi calon bupati,” ujar Sanggam disambut tepuk riuh dari ribuan masyarakat.

Hanya saja Sangggam tidak mau larut dalam perbincangan tersebut.Setelah mendengar dengan seksama berbagai kendala yang dilontarkan petani,Sanggam pun menyebut selain perbaikan perbaikan yang akan dilakukan dimasa mendatang, kajian komoditas yang diminati pasar merupakan langkah awal yang harus dilakukan.Konsep pertanian harus ditata ulang/diperbaiki agar mekanisme menanam,memelihara, produksi hingga pemasaran tertata dengan rapi .

”Rakyat jangan lagi dibebani menyangkut pemasaran, mereka cukup kita dorong untuk menanam untuk mengahasilkan produksi, soal pemasaran, pemerintah saya pikir dapat melakukan dan membuka akses pasar. dengan sendirinya petani tidak dihadapkan dengan berbagai permasalahan sebab jaminan pemasaran dan harag telah terbuka lebar ”sebut sosok yang lihai dalam pengembangan wilayah tersebut.

Ke depan,kata Sanggam sangat perlu mendirikan sebuah lembaga untuk menjamin stabilitas harga.Lembaga inilah nantinya menjadi think thank yang berada di garda terdepan memikirkan soal nasib hasil pertanian masyarakat.Pasalnya harus jelas dan tanya apa sebenarnya yang dibutuhkan pasar baik itu di pasar nasional maupun internasional” ujarnya.

Menyinggung soal pengangguran, Taput pada kondisi sekarang membutuhkan tumbuhnya industri skala menegah yang mampu menyerap tenaga kerja, tidak perlu industri padat modal tetapi padat karya, dengan sendirinya angka penggangguran dapat ditekan dimasa mendatang.Soal investasi,Sanggam mengutarakan sebagai upaya akan memulai dari industri industri yang berbasis tambang.

Sementara itu Dr Ir Mangasi Panjaitan mengatakan pekerjaan besar yang harus dilakukan pemimpin Taput diamasa mendatang adalah bagaimana cara memerangi kemiskinan dan kebodohan.Sesuai data pusat statistik, ternyata daerah ini memiliki 46 persen angka kemiskinan”Maka bapak dan ibu harus membantu Sanggam Hutapea untuk dapat mewujudkan cita cita mengurangi angka kemiskinan itu, sebab kehadiran kami disini merupakan wujud kepedulian terhadap kondis daerah ini, selain itu kami menilai sosok Sanggam Hutapea yang mempunyai niat luhur dan komitmen kuat akan mampu membangkitkan daerah ini ”, ujar Panjaitan yang ahli dalam pemasran komoditas pertanian.

Ribuan masayarakat hadir dalam pertemuan di Gedung HKI Siparendean tersebut berdomisili di Desa Sipahutar I,II,III, Sabungan Ni Huta I,II,III,IV,V, Tapian Nauli I,II,II, Siabal Abal I,II,III,Aeka Nauli I,II,III,IV, dan Desa Onan Runggu I,II,III,IV.Selain itu juga hadir Danramil Sipahutar, Kapolsek Sipahutar,sejumlah rohaniawan, tokoh masyarakat dan kepala desa di wilayah Kecamatan Sipahutar.

Sebelumnya Dr Ir Mohammad Husein yang sengaja didatangkan Sanggam Hutapea ke Bona Pasogit untuk membantu berbagai kendala yang dihadapi petani kopi di Taput mendemonstrasikan cara cara penaggulangan hama dan penyakit hingga pemupukan terhadap tanaman kopi.

Intinya, Penyakit Karat Daun dan Hama buah kopi yan g saat ini sedang menyerang tanaman dapat ditanggulangi dengan cara membuat larutan dari daun sirih yang diperas.Larutan induk (hasil perasan daun sirih yang dicampur dengan air) dapat disemprotkan ke tanaman kopi.Dia juga menganjurkan agar pemupukan pertama terhadap tanaman kopi sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan dan pemupukan kedua pada akhir musim hujan dengan meletakkan minimal 1 meter dari batang atau mengikuti secara vertikal ujung daun terakhir tanaman kopi.

Dua setengah bulan kehadiran Sanggam di Tapanuli Utara, tetapi nama pria yang menyelesaikan studi menajemenya di Universitas Gajah Mada (UGM) itu sudah menggema ke seantero pelosok Taput.Saat ini beberapa masyarakat di desa desa yang belum dikujungi sangat mengharapkan kehadirannya.Data yang diperoleh Metro di Sanggam Hutapea Center, tercatat 135 surat permintaan dari berbagai desa dan dusun meminta kehadiran Sanggam. Rata rata alasanya , agar Sanggam Hutapea melihat secara langsung kondisi yang mereka hadapi dan meminta agar dilakukan sosialisasi dan penyuluhan pertanian .Alasan lain tentu ingin mengenal lebih dekat sosok ramah dan supel ini.

“Kita sekarang kewalahan untuk menyanggupi permintaan tersebut.Namun , pak Sanggam, telah berketetapan hati akan mengujungi desa dan dusun dusun tersebut, ujarnya sambil menyebut bahwa Sanggam Hutapea hingga saat ini belum mengurus cuti tetap, jadi kita informasikan kepada masyarakat agar dapat memahami hal itu,” ujar Marihot Lumbantobing dari Sanggam Hutapea Center di Tarutung. (jps).

Tarutung, 22 April 2008

Jan Pieter Simorangkir

1 komentar:

zippo mengatakan...

horas amang sanggam,sai dioloi Tuhan ma tahi muna i gabe bupati nami.