Jumat, 30 Mei 2008

BUNG SANGGAM ! SILAHKAN MEMBANGUN TANAH KELAHIRANMU

BUNG SANGGAM ! SILAHKAN MEMBANGUN TANAH KELAHIRANMU
Oleh : J. Frans Lumbantobing , SH

Dalam waktu dekat ini Pemilihan Kepala Daerah ( PILKADA ) Kabupaten Tapanuli Utara akan dilaksanakan. Gaungnya pun mulai terasa, hal ini ditandai dengan banyaknya atribut para calon kandidat bupati yang tersebar di penjuru pelosok, terutama Tarutung selaku ibukota Kabupaten Tapanuli Utara.
Atribut – atribut tersebut ada dalam bentuk spanduk dan baliho lengkap dengan Visi Misi masing – masing calon kandidat. Ada juga dalam bentuk gambar, kalender dan lain sebagainya. Sementara itu dukungan masyarakat dari berbagai elemen mulai mengkristal terhadap jagoannya.
Bentuk dukungan yang dimaksud bermacam – macam, ada yang secara transparan mengungkapkannya melalui spanduk ada juga melalui kegiatan – kegiatan lainnya yang bertujuan untuk menggalang massa . Situasi ini membuat gaung PILKADA semakin membahana Sejauh ini berdasarkan pengamatan dan hasil temuan penulis dilapangan jumlah balon Bupati telah melebihi kuota yang telah ditentukan undang – undang. Namun hal tersebut tidak menyurutkan niat para balon untuk terus maju dalam PILKADA.
Bila dicermati para balon atau calon kandidat yang masing – masing mempunyai kekuatan dan kelemahan. Hal ini tidak terlepas dari latar belakang : pendidikan, pengalaman, keahlian, penguasaan dan pemahaman karekteristik masyarakat dan kemampuan mengartikulasikan keinginan masyarakat sesuai kebutuhannya. Satu hal lagi yang tidak kala pentingnya kendaraan politik yang akan mengusungnya balon dari jalur Partai Politik serta basis massa pendukung calon independent.
Khusus mengenai Parpol yang akan mengusung balon kali ini benar – benar akan diuji kesolidannya melalui kinerja dan kontribusinya. Apakah mesin Parpol mampu menjadi Votte Getter yang baik atau sebaliknya. Terutama para Decision Maker Parpol tersebut di tuntut kemampuannya dalam membaca dan mengartikulasikan keinginan masyarakat.
Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya Miss Communication dalam mengimplementasikan kebijakan – kebijakan Parpol sekaitan dengan tujuan memenangkan calon yang diusung terutama dikalangan grass root. Peranan Parpol dalam PILKADA nanti tidak begitu signifikan, terbukti pada PILGUBSU yang lalu calon yang didukung Parpol-Parpol besar justru mengalami kekalahan. Namun demikian peranan Parpol tidak dapat dikesampingkan.
Oleh sebab itu sinergi potensi calon yang diusung dengan potensi Parpol yang mengusung tetap dibutuhkan. Hal ini perlu menjadi perhatian para pengurus Parpol . Atmosfir PILKADA kali ini terasa berbeda dibanding PILKADA sebelumnya. Hal ini erat kaitannya dengan sistem pemilihan yang akan diterapkan dalam PILKADA nanti.
Dimana rakyat secara langsung memilih calon atau figur sesuai dengan keinginannya. Sehingga tidak mengherankan masyarakat berharap banyak PILKADA kali ini akan melahirkan Pemimpin yang benar – benar legitimet dan prorakyat Secara logika hal ini dapat diterima dimana selaku pemengang kedaulatan rakyat memiliki otoritas penuh dalam menyalurkan aspirasinya tanpa rasa kuatir diselewengkan
Oleh sebab itu tidak berlebihan banyak yang beranggapan PILKADA kali ini memasuki babak baru dalam tatanan kehidupan demokrasi Selain itu, masyarakat selalu menginginkan pembaharuan. Diatas telah disinggung masing – masing balon Bupati mempunyai kelebihan dan kelemahan. Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan balon diperlukan pengetahuan tentang latar belakang balon yang bersangkutan
Sebagai bahan kajian atau referensi sekaligus perbandingan dengan balon lainnya Berdasarkan data atau referensi yang ada pada penulis, sejauh ini dari sekian banyak balon Bupati yang akan bersaing dalam PILKADA figur Ir. SANGGAM HUTAPEA, MM layak dikedepankan. Kelayakan figur yang satu ini tidak terlepas dari nilai plus yang dimilikinya
Hal ini dapat dibuktikan dari prestasi yang dicapainya baik dibidang Pendidikan maupun Pekerjaan. Sejak duduk dibangku Sekolah Dasar sampai dengan jenjang pendidikan terakhir (Magister Managemen) Sanggam Hutapea mengukir prestasi yang membanggakan yaitu Pelajar Teladan Bintang Pelajar Diterima di Institut Pertanian Bogor ( IPB) tanpa testing Menerima Beasiswa Supersemar Menerima Beasiswa dari Bank Dunia ( Word Bank) untuk studi Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada ( UGM
Pencapaian prestasi ini membuktikan Sanggam Hutapea sebagai seorang yang cerdas dan pemikir yang handal. Hal ini dapat dilihat dari pekerjaan – pekerjaan yang pernah ditekuninya yaitu
Tahun 1983 – 1989 Departemen Transmigrasi RI. Menangani Proyek – proyek Bank Dunia di berbagai Propinsi. Tahun 1992 – 1997, Senior Vice Prisident Bank Fasifik – Planing & Business Devoploment Group Head – Jakarta
Tahun 1998 – 2000 Business Devoploment Nugra Santana Group – Jakarta ( Bergerak dalam bidang Bisnis seperti Industri Perkapalan / Tanker, Farmasi, Perkebunan, Pertambangan, Property, Perhotelan dan Resort 2001 – sekarang Direktur Balai Sidang Jakarta Convention Center ( JCC )– Jakarta Direktur Jakarta Kelola Utama / Jakarta Staf Khusus Direktur Utama Nugra Santana Group – Jakarta Property Manager PT. Pura Selokamas – Jakarta
Selain dari pada itu Sanggam Hutapea aktif di berbagai kegiatan organisasi dan sosial serta sering mengikuti Traning dan Seminar tentang Ekonomi pembangunan dan pertanian, keuangan dan Perbankan di Indonesia, Singapura, Piliphina, Hongkong dan Amerika Serikat.
Berbekal pengalaman yang segudang diberbagai bidang pekerjaan tentu sangat membantunya dalam menjalankan tugasnya apabila terpilih menjadi Bupati di daerah ini. Ditambah keahliannya di bidang management akan memberi kontribusi yang tidak kecil dalam memanage kebijakan –kebijakan internal maupun exksternal apalagi bila dikaitakan dengan posisinya sebagai TOP DECISION MAKER.
Disamping hal tersebut figur yang satu ini mengetahui persis kondisi lokal Kabupaten Tapanuli Utara meskipun telah lama bermukim di Ibukota. Namun seperti yang pernah diungkapnya “ Badanhu do di Jakarta alai anggo rohangku sai tong tu huta “. Hal ini menunjukkan figur yang satu ini selalu menaruh perhatiannya kepada tanah kelahirannya dan sekaligus mengikuti perkembangannya. Oleh sebab itu beliau sangat senang dan bersemangat di ajak bicara mengenai tanah kelahirannya di Tapanuli Utara. Termasuk ketika ditanya mengenai permasalahan yang ada di Tapanuli Utara dan bagaimana solusinya dengan lugas ia menjelaskannya.
Dari penjelasan dan pemaparan yang disampaikannya menunjukkan beliau tidak sekadar mengetahui tetapi juga memahami. Namun demikian pengetahuan dan pemahamannya tersebut belumlah menjadi blue print dari program – programnya. Sebab menurut beliau solusi terbaik dalam mengatasi permasalahan adalah sinergi dari berbagai potensi yang ada. Untuk itu ia berjanji akan memberdayakan segenap potensi yang ada di Tapanuli Utara apabila terpilih menjadi Bupati.
Selama ini agaknya hal ini lah yang terlupakan oleh pemimpin – pemimpin sebelumnya. Sehingga Tapanuli Utara sampai memperoleh julukan “Peta Kemiskinan”. Pada hal dilihat dari potensi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia Tapanuli Utara sebenarya kaya
Bertitik tolak dari kenyataan ini beliau merasa terpanggil untuk membangun tanah kelahirannya melalui pengabdiannya nanti sebagai Bupati di daerah ini apabila terpilih
Untuk mewujudkan keinginan tersebut akhir – akhir ini beliau sering pulang ke Bona Pasogit dan terjun langsung ke masyarakat di berbagai Kecamatan yang ada di Tapanuli Utara untuk mengetahui lebih jelas permasalahan dan keinginan (kebutuhan) masyarakat. Disamping itu mohon dukungan dan doa restu dari masyarakat sebagaimana diungkapnya dalam buku profilnya dan spanduk “Izinkan Aku Membangun Tanah Kelahiranku”.
Ungkapan ini adalah cermin ketulusan hatinya dan kesederhanaannya. Akankah ia berhasil mewujudkan keinginannya atau sebaliknya ?. Jawabnya ada di relung hati kita semua, namun satu hal yang pasti dan perlu kita sadari keinginan Sanggam Hutapea membangun tanah kelahirannya bukan semata keinginannya saja. Tapi juga keinginan kita semua warga Tapanuli Utara. Sebab Tapanuli Utara adalah milik kita bersama. Untuk itu mari kita dukung dia bersama – sama dalam PILKADA
Dukungan kita semua sama maknanya mengantarkan dia ke singgasana Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Utara. Dan bila tiba saatnya masihkah ada kata yang lebih indah baginya selain untaian kata ; BUNG SANGGAM SILAHKAN MEMBANGUN TANAH KELAHIRANMU.(*****) Penulis adalah pengamat sosial politik di Tapanuli Utara

1 komentar:

light mengatakan...

tidak semua yang pintar dan berpendidikan tinggi harus jadi pemimpin,,,!khususnya dalam tulisan bapak...yang menonjolkan calon bapak dlm PILKADA TAPUT, saya bangga dengan Putra-putri Taput yang maju dalam pilkada taput,,!Dengan pendididkan tinggi hematnya lebih bijaksana dan punya hikmat...