Rabu, 23 Juli 2008

Sanggam Dinilai Mampu Pimpin Taput

Sanggam Dinilai Mampu Pimpin Taput

16 Juli 2008 | 16:12 WIB

Jakarta (Berita ) Figur Sanggam Hutapea dinilai sebagai seorang pemimpin yang mampu berdiri di atas semua golongan sosial, ekonomi, maupun politik. Kualitas profesionalisme Sanggam, disokong tingkat pendidikan, kecerdasan, keterampilan, dan kemampuan yang mumpuni sebagai seorang pemimpin.

” Wajar kalau Sanggam Hutapea maju sebagai sebagai salah satu calon bupati yang akan bertarung pada pemilihan kepala daerah (pilkada) Taput yang dijadwalkan berlangsung bulan Oktober mendatang ,” ujar aktivis LSM Magasi Yanto S , Selasa [15/07] di Jakarta.

Menurutnya sosok Sanggam Hutapea sudah memperlihatkan tipe kepemimpinan yang mampu menampung semua keragaman, mulai dari suku bangsa, agama, lapisan ekonomi, hingga lapisan sosial politik.” Sanggam akan menjadi salah satu calon bupati yang diinginkan masyarakat Taput”, ujarnya. Harus diakui, Sanggam Hutape yang suskses mengangani berbagai perusahan besar merupakan salah seorang putra Tarutung yang sangat potensial.

Dikalangan politisi, pria yang dilahirkan di Tarutung 17 Januari 1961, lebih disejajarkan sebagai seorang tokoh muda yang berjiwa kebangsaan serta mempunyai kemampuan dan kapasitas.

Berbagai karya yang diperlihatkannya, selaku pelaku bisnis, wajar jika Sanggam sosok pemimpin yang siap mengabdi untuk Taput. Dengan keberadaan yang diraihnya selama bekerja keras di Jakarta, ayah dari Jhosua Graciano Marsahala diyakini tidak akan memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan pribadi. Apa lagi Sanggam adalah sosok yang sangat anti Korupsi dan KKN.
Erwin yakin, jika Sanggam menjadi bupati, dipastikan akan fokus mengabdi untuk menyejahterakan rakyat, yang selama ini selalu terpendam dalam sanubarinya. Yang jelas dia tidak akan puas dengan kesuksesan di perantauan , jika pengabdiannya kepada bona pasogit tidak kesampaian, ujarnya. (aya )

Sanggam: Ahu Naeng Jadi Pelayan Rakyat Do

Sanggam: Ahu Naeng Jadi Pelayan Rakyat Do

18 Juli 2008 | 21:16 WIB

Jakarta ( Berita ) : Sanggam Hutapea seorang tokoh muda yang berjiwa kebangsaan serta mempunyai kemampuan dan kapasitas.Sanggam sosok pemimpin yang siap mengabdi.Suami dari Tiurlan Merry E.Samosir,SE dan ayah Jhosua Graciano Marsahala yang sukses sebagai pebisnis ini, dipastikan akan fokus mengabdi untuk menyejahterakan rakyat Tapanuli Utara.

” Ahu naeng laho jadi pelayan rakyat do. Dang marlapatan kesuksesan molo dang mengabdi tu huta hatubuan ( aku maju sebagai calon bupati Taput mau jadi pekerja. Saya tidak akan puas dengan kesuksesan usaha, jika pengabdian kepada kampung kelahiran (Tarutung) tidak kesampaian”, ujarnya di Jakarta.

Jika nanti rakyat Taput memberikan kepercayaan, maka jabatan bupati bukan membuat level saya lebih tinggi dari rakyat, tetapi saya harus menjadi pelayan rakyat dan harus bekerja keras, sebab saya sudah digaji rakyat.Kekuasaan itu untuk melayani masyarakat,tandasnya.

Bagi pria kelahiran Tarutung 17 Januari 1961 , menuturkan, keputusan untuk maju sebagai calon bupati Taput untuk bertarung di Pilkada bulan Oktober mendatang merupakan panggilan hati nurani untuk bersama-sama dengan rakyat mewujudkan keinginan rakyat.” Jika Tuhan memberkati dan rakyat memberikan kepercayaan melalui suaranya pada Pilkada , maka saya siap untuk menjalankan amanah,

“katanya.Sanggam mengakui, jika terpilih jadi bupati, maka dia akan melakukan perubahan membuat aparat dan birokrasi pemerintah daerah (Pemda) menjadi profesional dalam melayani masyarakat.

“Saya akan memimpin perubahan .Siapa yang ingin menjadi pejabat, maka ia harus bersedia menjadi pelayan rakyat,” tegasnya Membangun birokrasi yang profesional menjadi satu keharusan jika ingin membangun Tapanuli Utara.Dengan birokrasi yang pfofesionalakan menjadi modal kepercayaan bagi masuknya investasi, sehingga menciptakan lapangan kerja yang optimis mendorong kemampuan masyarakat yang akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sanggam juga siap tandatangani kontrak politik dengan masyarakat dengn komitmennya membangun sektor pertanian, yang menjadi pilar ekonomi kerakyatan di Tapanuli Utara. Disamping pertanian, Sanggam juga akan fokus membangun sektor pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Kontra politik itu akan mengikat, sehingga rakyat tidak hanya ditawari janji kampanye, tetapi sebuah komitmen dan perjuangan yang sangat riil dan konkret.(aya)

Sanggam Hutapea : Kepentingan Hambat Penyelenggaraan Otda

Sanggam Hutapea : Kepentingan Hambat Penyelenggaraan Otda

23 Juli 2008 | 10:54 WIB

Jakarta (Berita) : Pelaksanaa Otonomi Daerah (Otda) sejatinya sangat membantu penerapan perencanaan Pemerintahan sesuai dengan kepentingan masyarakat di daerah yang bersifat heterogen, sekaligus memotong jalur birokrasi yang rumit, serta prosedur yang sangat terstruktur dari pemerintah pusat, sehingga perumusan kebijaksanaan dari pemerintah akan lebih realistik.

Dengan Otda, pemerintahan daerah tidak lagi hanya menunggu, tetapi harus berperan aktif jemput bola untuk meningkatkan potensi, khususnya bidang ekonomi dan investasi. “Jadi Kepala daerah tidak hanya sebagai administrator, tapi juga motivator,” ujar pemerhati Otda Ir Sanggam Hutapea, Minggu Kemarin di Jakarta.

Dengan kemampuan menangkap peluang, akan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, dan peran serta masyarakat dapat segera terwujud.

Kepala daerah yang sukses mengimplementasikan sistim Otda , akan mencapai sinkronisasi dan harmonisasi peraturan perundang- undangan pusat dan daerah, meningkatnya kerjasama antar-pemerintah daerah, terbentuknya kelembagaan pemerintah daerah yang efektif, efisien, dan akuntabel. Selain itu, terkelolanya sumber dana dan pembiayaan pembangunan secara transparan, dan profesional.

Hanya saja, kata Sanggam Hutapea, beberapa permasalahan Otda, dimana penyelenggaraan Otda oleh pemerintah pusat selama ini cenderung tidak dianggap sebagai amanat konstitusi sehingga proses desentralisasi menjadi tersumbat.
Kuatnya kebijakan sentralisasi membuat semakin tingginya ketergantungan daerah-daerah kepada pusat yang nyaris mematikan kreativitas masyarakat beserta seluruh perangkat pemerintahan di daerah.

Kesenjangan yang lebar antara daerah dan pusat dan antar-daerah sendiri dalam kepemilikan sumberdaya alam, sumberdaya budaya, infrastruktur ekonomi, dan tingkat kualitas sumberdaya manusia; serta adanya kepentingan yang melekat pada berbagai pihak , menghambat penyelenggaraan otonomi daerah. Karena kepentingan yang melekat itu, pelaksanaan urusan pemerintahan masih tumpang tindih antar-tingkatan pemerintahan, ujarnya (aya)

PIB Konsisten Menangkan Ir Sanggam Hutapea MM

PIB Konsisten Menangkan Ir Sanggam Hutapea MM


TARUTUNG

Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PIB) membatalkan dukungan partai tersebut terhadap pencalonan Torang Lumban Tobing (Toluto) dan Bangkit Silaban dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tapanuli Utara (Taput) 2008 dan menetapkan Ir Sanggam Hutapea MM, untuk diusung pada pilkada Taput mendatang.

Sebelumnya, Partai PIB melalui Surat Keputusan (SK) No.047/II/SK-Partai/DPN 2008 tertanggal 26 Februari 2008 telah menetapkan calonnya yaitu Toluto untuk maju dalam Pilkada Taput. Namun, saat ini SK tersebut dibatalkan dengan keluarnya SK baru dengan nomor 057/VII/SK-Partai PIB/2008 DPN yang menetapkan bakal calon bupati yang akan diusung dalam pilkada nanti. “Pembatalan tersebut telah melalui tinjauan langsung dan analisa di lapangan dengan mengacu terhadap masyarakat Taput terkait dengan figur yang diharapkan untuk memimpin Taput pada pilkada Oktober mendatang,” kata ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai PIB Elbiner Silitonga.

Dia mengatakan bahwa pertimbangan yang paling mendasar untuk penetapan calon tersebut melihat dari latar belakang calon Sanggam Hutapea, yang merupakan pakar agrobisnis. Serta mengaitkannya dengan jumlah mayoritas masyarakat Taput yang hidup dari bertani. “Sebelumnya memang dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) telah mengeluarkan pernyataan dukungan terhadap Toluto, namun setelah melalui beberapa tahapan yang kita lewati maka kita memutuskan untuk mendukung Sanggam Hutapea,sebab kita juga harus menyahuti aspirasi masyarakat yang brekembang saat ini dengan kuatnya arus dukungan terhadap Sanggam Hutapea” terangnya.

Perubahan dukungan PIB tersebut dinilai sebagai bentuk nyata dari penampungan aspirasi di kalangan masyarakat dan partai PIB telah melakukan survey langsung terhadap siapa dan seperti apa figur yang akan diusung nantinya. “Saat ini untuk Taput kita memang hanya memiliki 3 kursi di legislative. Namun, kita juga akan berkualisi dengan beberap partai lainnya. Agar, ketentuan dalam undang-undang yang merupakan persyaratan dapat kita penuhi,” tambahnya.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai PIB Taput, Carles Simanungkalit menegaskan bahwa ada perbaikan prosedur dukungan di tubuh partai tersebut. Sebab calon yang didelegasikan sebelumnya meminta dukungan langsung kepada DPP. “Dan ini bukan persoalan "ongkos kenderaan politik", tetapi kita mencoba meluruskan etika partai dan tatacara pencalonan, sebab dukungan masyarakat terhadap PIB di Taput pada Pemilu 2004 cukup signifikan. Dan, inilah calon yang telah kita putuskan untuk maju dalam Pilkada Taput. Serta nantinya wakilnya akan kita sepakati nanti sekaligus pendeklarasian calon oleh koalisi beberapa partai,” terangnya.

Ditandaskan, seluruh pengurus dan keder P PIB di berbagai tingkatan akan konsisten mendukung dan berjuang memenagkan Ir Sanggam Hutapea."Dalam waktu cepat, keputusan ini akan disosialisasikan segera, dan kita instruksikan kepada 14 ribu lebih kader PIB untuk menjalankan keputusan ini.

Perwakilan dari tim pemenangan Sanggam Hutapea , Janpiter Simorangkir mengatakan bahwa kebijakan PIB dengan menetapkan Sanggam Hutapea sebagai calon bupati dari partai paraih 3 kursi di DPRD Taput itu sudah merupakan pemikiran yang matang dan tepat.Mereka juga mengharapakan Sanggam Hutapea loyal terhadap partai-partai pendukungnya dan kita berharap seluruh kader PIB akan konsisten untuk mendukung jebolan IPB dan UGM ini. “Tujuan utamanya hanya satu, yaitu lahirnya pemimpin yang mampu daerah ini ke arah yang lebih maju, terutama pembangunan ekonomi masyarakanya.Kita berharap ini dapat menjadi kenderaan politik yang membawa Sanggam menuju Taput I,” terangnya.

Sementara itu, mewakili tim pemenang Toluto, BP Nababan mengatakan bahwa pihaknya selaku pemenang Toluto menghargai setiap kebijakan partai. Serta akan tetap maju untuk mendukung Toluto sebagai calon bupati Taput untuk 2008. “Sebenarnya dari segi aturan dan peraturan jumlah kursi kita dapat mencukupi dari partai Golkar. Namun, walaupun demikian kita harus menghargai apa yang menjadi kebijakan partai PIB,” terangnya. (jps)

Selasa, 15 Juli 2008

Pemerintah Harus Serius Mengatasi Kelangkaan Pupuk

Pemerintah Harus Serius Mengatasi Kelangkaan Pupuk

15 Juli 2008 | 09:41 WIB

Jakarta ( Berita ) : Pemerhati pertanian yang bakal maju sebagai calon bupati Tapanuli Utara Ir Sanggam Hutapea mendesak pemerintah untuk serius mengatasi kelangkaan pupuk, yang kerap terjadi dari tahun ke tahun.

Pupuk bersubsidi bukanlah komoditi perdagangan tetapi barang bersubsidi untuk kebutuhan petani,” katanya, di Jakarta Senin [ 14/07].

Menurutnya pemerintah harus lebih meningkatkan koordinasi pendistribusian pupuk, untuk itu Menteri Pertanian perlu melakukan kajian yang lebih dalam tentang penyediaan yang sesuai dengan kebutuhan dan mengimplementasikan sistem distribusi pupuk bersubsidi yang efektif dan lebih memberikan manfaat kepada petani.

Sanggam juga meminta supaya pemerintah memperhatikan kesejahteraan petani. Kesejahteraan petani semakin merosot akibat kenaikan BBM dan kegagalan panen.

Disebutkannya, dana untuk mensejahterakan petani yang disalurkan melalui Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP), Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat (LM3), Sistem Pembiayaan Pertanian Perdesaan (SP3), dan Program Kredit lainnya tidak dimanfaatkan untuk mensejahterakan petani. Untuk itu ,ia meminta agar Departemen Pertanian meninjau kembali alokasi PUAP.

Dalam usaha optimalisasi penyaluran SP3, Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada petani, Sanggam meminta Departemen Pertanian RI untuk lebih berkoordinasi dengan pihak perbankan.

Ia juga mendesak pemerintah untuk menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) dan Gabah Kering Giling (GKG) yang harus ditetapkan tahun ini. Pada sisi lain, pemerintah juga sewajarnya menyiapkan anggaran ganti rugi biaya produksi bagi petani yang hasil panennya mengalami kegagalan. (aya)

Kamis, 03 Juli 2008

Sosok Sanggam Hutapea di Mata Generasi Muda

Sosok Sanggam Hutapea di Mata Generasi Muda
Oleh : Jan Pieter Simorangkir
Ketika tahun lalu, kaum muda nasional dari latar belakang ilmu dan golongan yang berbeda mengadakan pertemuan di Jakarta berdiskusi untuk meretas jalan baru mencari pemimpin muda di Indonesia , eforia itu dengan cepat ditangkap oleh generasi muda di hampir seluruh daerah nusantara , tak ketinggalan di Kabupaten Tapanuli Utara.
Diskusi di beberapa tempat dengan topik baru membahas perjuangan pembaharuan untuk melahirkan pemimpin baru pun mengemuka, apalagi menjelang pilkada (pemilihan Kepala daerah) Taput periode 2009-2014 yang menyita banyak perhatian. Banyak orang mendedikasikan bahwa pesta demokrasi yang digelar Oktober 2008 adalah untuk mencari sosok pemimpin ideal.
“Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Taput membutuhkan jalan baru yaitu lahirnya seorang pemimpin yang berlandaskan pluralisme dan berdiri diatas keberagaman karakter, dengan menanggalkan “stempel primordialisme” .Semangat primordialisme yang dipertontokan masyarakat dalam memilih pemimpin seringkali melahirkan pemimpin yang kurang berkualitas,” ujar Jupri Sitompul.
Atas dasar itu, rakyat khususnya generasi muda menginginkan pemimpin baru yang berkarakter tangguh dan bervisi kuat serta dilegitimasi atas semua golongan. Namun jika pemimpin baru itu tetap menempuh jalan lama, yaitu jalan yang terbukti gagal membawa kemakmuran dan kesejahteraan rakyat selama beberapa tahun terakhir ini, rakyat akan kembali dikhianati, dan bobot legitimasinya akan tercabut dengan sendirinya ” ujar Sitompul, salah seorang generasi muda yang bermukim di kawasan Pahae.
Nah, dari sekian banyak figur calon kandidat yang muncul , lalu apa alasan generasi muda di Taput lebih condong tertarik dengan sosok Ir. Sanggam Hutapea MM?, tercatat dari sekian banyak simpatisan dan yang bekerja di tim pencitraan Sanggam Hutapea lebih banyak dihuni oleh kalangan muda dari berbagai latar belakang dan displin ilmu. Tak hanya itu, dikalangah pelajar, (yang masuk pemilih pemula), Sanggam begitu dikagumi. Hampir pada setiap kunjungan ke daerah daerah, jebolan IPB ini, selalu dinanti dan disambut pelajar Sekolah Menengah Atas.
Dikalangan akademisi (masuk digolongan generasi muda) Ir Sanggam MM juga mendapat tempat. Beberapa kali ayah dari satu orang putra ini diundang menjadi pembicara (narasumber) dalam pertemuan yang digagas mahasiswa/i . Informasi terakhir,minggu depan Sanggam Hutapea akan tampil sebagai pembicara di Universitas Sisingamangaraja XII Siborongborong Taput dengan topik tentang pertanian. Dia sendiri akan didampingi beberapa orang doktor, termasuk dimoderatori Dr Ir Mangasi Panjaitan.
Mampukah Sanggam Menjawab Tantangan itu.
Seberapa jauhkan harapan masyarakat di daerah ini terutama generasi muda kepada Sanggam Hutapea. Lalu mampukah dia menjawab tantangan itu?
Beberapa waktu lalu, GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) saat melakukan pertemuan di Gedung Kesenian Tarutung kedatangan seorang tamu istimewa yaitu Ir Sanggam Hutapea MM salah satu senioren GMKI. Nuansa membangkitkan semangat generasi muda sangat kental dalam pertemuan itu.Ketika didaulat memberikan kata sambutan, Sanggam Hutapea mampu menyulap pertemuan itu dengan mendorong generasi muda menjadi bahagian terpenting dalam setiap proses pembangunan dan politik. Aplaus dari undangan pun menggema kepada pria berusia 46 Tahun, Alumnus UGM (Universitas Gajah Mada) itu.
Sementara itu dalam pertemuan dengan ratusan supir angkot 01 jurusan Tarutung- Siatas Barita di Hotel Hineni dua minggu lalu, Sanggam Hutapea menyatakan dalam 3-4 tahun terakhir Taput menjadi salah satu daerah miskin di propinsi Sumatera Utara. Malah, menurut Sanggam pertumbuhan ekonomi yang dicapai rakyat di Tapanuli Utara masih dibawah pertumbuhan ekonomi secara nasional. ”Sangat mengkhawatirkan dan sangat jauh tertinggal,maka pemerintah kedepan harus mampu mendongkrak sektor pertanian yang menjadi soko guru 89 persen rakyat Taput, sektor lain yang masih tidur juga perlu dibangun dan dibenahi , ”ujarnya.
Untuk keluar dari keterpurukan ini dan menciptakan kesejahteraan bagi mayoritas rakyat Taput harus memperjuangkan jalan baru , yaitu jalan yang anti korupsi dan yang lebih mandiri. “Inilah yang diperjuangkan generasi muda Taput saat ini dan kita berharap teman teman lain akan ikut dalam pergerakan meretas jalan baru itu, terutama dalam pilkada Taput nanti,” ujar Sihar M Simorangkir di Siatas Barita.
Sementara itu Gom Rihat Simorangkir menyatakan kabupaten yang sebentar lagi genap berusia 63 tahun ini, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir belum menggembirakan dalam pencapaian kesejahteraan rakyat.” Saya pun seorang petani, saya rasakan juga kurangnya dorongan dari pemerintah yang kami peroleh selama ini. Angka kemiskinan dan pengganguran malah tidak berkurang. Sebahagian besar petani pun justru semakin tidak sejahtera. Berbagai persoalan klasik pun masih menggelayut, maka saat ini kita membutuhkan pemimpin yang tangguh dan berpihak kepada rakyat ,” ujarnya.
Sementara itu Gortap Simanjuntak dari Siborongborong mengatakan untuk keluar dari persoalan itu, suka atau tidak suka , rakyat sekarang, yang didalamya termasuk generasi muda menginginkan pemimpin baru inovatif yang mampu menghembuskan sebuah angin pembaharuan kesejahteraan. Sebab tak dapat disangkal bahwa generasi muda adalah bahagian terpenting dalam menentukan arah politik dan pembangunan sebuah bangsa dan daerah,” tandasnya.
Lalu bagaimana generasi muda melihat kehadiran Ir Sanggam Hutapea MM, yang namanya telah menghiasi ranah politik Taput yang kian memanas belakangan ini ?. Kehadiran Sanggam di Taput memperlihatkan ia bukan saja untuk menemukan jati diri sebagai seorang putra daerah yang ingin memenuhi panggilan jiwanya membangun bonapasogit, tetapi dia lebih mencoba membuat kehidupan Taput tidak dipecah oleh marga atau primordialisme ”, ujar Maruli Sidabutar.
Sebagai seorang pelaku ekonomi di berbagai perusahaan yang berkembang pesat, ia melihat kemiskinan dan ketertinggalan Taput merupakan pekerjaan besar yang harus dilakukan. Sistem adalah penyebab semua itu. Untuk mengubahnya Sanggam Hutapea sadar hal itu harus dilakukan melalui gerakan politik. Banyak kalangan berpendapat Sanggam bisa berhasil membangun Taput jika berhasil mengubah mainstream birokrasi dari model birokrat menjadi enterpreneur (pengusaha),” ujar Swardi Pasaribu dari Sarulla.
Dalam beberapa kesempatan Sanggam Hutapea sendiri mengatakan dirinya sempat bingung dengan pola birokrasi yang ada di Taput saat ini . Dia lantas mengatakan ingin mengubah gaya kepemimpinan birokrat dengan sentuhan entrepreneur, jika dipercaya rakyat memimpin Taput.
Kegelisahan yang digalaukan mengenai kemiskinan setidaknya telah mendorong dia untuk memutuskan maju menjadi salah satu calon kandidat Bupati Tapanuli Utara. Bagai gayung bersambut seorang kolumnis muda bernama J Frans Lumbantobing SH menulis dengan judul “Bung Sanggam Silahkan Bangun Tanah Kelahiranmu!. Frans melihat Sanggam Hutapea sebagai figur yang merangkul, jujur,pintar dan ingin mengubah peta politik Taput yang lebih sehat.
Secara terpisah, Bambang Hutabarat dari Kecamatan Tarutung mengatakan saat ini popularitas Sanggam Hutapea sebagai calon pemimpin perlahan naik secara pasti.”Sebagai generasi muda saya berharap rekan rekan yang lain juga mendukung dia,”ujarnya.
Dan Jika Sanggam Hutapea terpilih menjadi bupati Tapanuli Utara , setidaknya dia sudah mengubah sejarah Taput, dia datang dari luar birokrasi dan merupakan pelaku swasta murni. Ini adalah inspirasi bagi banyak orang yang merasa selama ini tidak mendapat tempat diranah politik Tapanuli Utara selama puluhan tahun terakhir, terutama generasi muda.
Belakangan, pria yang telah sukses menggeluti bidangnya di sektor swasta dengan memimpin beberapa perusahaan besar yang berbasis di Jakarta itu, semakin banyak mendapat dorongan dari masyarakat untuk berketetapan hati maju menjadi calon kandidat Bupati Taput. Selain itu, banyak yang mendesak agar Sanggam Hutapea segera menetapkan calon pendampingnya. Sanggam sendiri menyatakan tidak mau terburu buru untuk membuat keputusan. ”Menetapkan pendamping (wakil bupati) tentu harus melalui pertimbangan, tetapi yang jelas dia harus inovatif dan dan berkarakter tangguh ,” ujarnya. ***
Tarutung, 29 Juni 2008
Jan Pieter Simorangkir

Panggilan Jiwa Ir Sanggam Hutapea MM, Mengentaskan 43 Persen Keluarga Miskin di Taput Posted in Marsipature Hutanabe by Redaksi on Juni 7th, 2008

Panggilan Jiwa Ir Sanggam Hutapea MM, Mengentaskan 43 Persen Keluarga Miskin di Taput Posted in Marsipature Hutanabe by Redaksi on Juni 7th, 2008
Tarutung, (SIB) Sungguh banyak tokoh masyarakat Batak di Jakarta dan sekitarnya, khususnya yang berasal dari Tapanuli Utara (Taput), terkejut mendengar kabar bahwa saat ini terdapat 43 persen rumahtangga miskin di daerah itu. Data tersebut merupakan angka resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2006. Gambarannya, dari sepuluh rumah tangga di suatu desa berarti lebih empat rumahtangga keluarga miskin. Data ini sungguh menyayat dan memilukan hati. Salah satu faktor penyebab menurut analisa tim ahli kami dari Sanggam Hutapea Center adalah Indeks Nilai Tukar Petani di Taput terus merosot, ujar Ir Sanggam Hutapea MM dalam sebuah percakapan di Tarutung pekan lalu. Menurut Sanggam Hutapea, 88 persen lebih penduduk Taput menggantungkan hidup dari pertanian. Sehingga kalau produk atau hasil pertanian merosot, sudah barangtentu keluarga miskin bertambah. Data menunjukkan sumbangan sektor pertanian terhadap PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) sebesar 50 persen. Tetapi berdasarkan data dan pengamatan di seluruh (15) kecamatan Taput sektor pertanian tidak tertangani dengan semestinya. Banyak masalah yang dihadapi petani saat ini, tetapi kelihatannya dibiarkan mereka (petani itu) yang menghadapi sendiri, ujarnya menjelaskan. Tentu saja, masyarakat petani tersebut semakin hari semakin tidak sejahtera. Mereka pun menjadi kelurga miskin, ujar alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) ini. Sebagai putra asal Taput apa yang Anda dapat lakukan untuk itu?, tanya wartawan. Sanggam Hutapea yang masa remajanya sejak SMP hingga SMA (tahun 1975-1979) dikenal sebagai bintang pelajar (teladan) di Tarutung menyebut memberi sumbang pikir membangun pertanian di Taput. Ia menguraikan tim ahli di Sanggam Hutapea Center saat ini terdapat 15 doktor (S3) dari berbagai disiplin ilmu, secara khusus di bidang pertanian, ekonomi kerakyatan hingga perbankan. Sejumlah diantara para pakar itu sudah terjun langsung ke Taput melakukan pengkajian sekaligus berbagi ilmu dengan rakyat, Data yang disuguhkan Sanggam Hutapea dalam kurun waktu dua bulan terakhir pakar kopi, coklat, karet, tanaman holtikultura dan pakar pemasaran hasil-hasil pertanian telah didatangkan ke Taput untuk membangkitkan pengetahuan dan menumbuhkan rasa percaya diri warga dan petani. Tercatat, Sanggam Hutapea Center secara bergiliran telah memboyong DR Sabam Malau pakar tanaman karet, DR.Ir.Mangasi Panjaitan ahli pemasaran produk pertanian, Ir.Trihartomo MSc dan Ir.Bastian Sitompul pakar tanaman coklat, DR.Ir.Mohammad Husain ahli tanaman kopi dan hama/penyakit tanaman, dari Jember Jawa Timur. Mereka tidak sekadar talkshow atau pembicara formal tetapi benar-benar diterjunkan ke lapangan berbaur dengan petani dan melakukan survey, analisa, kajian sekaligus mendemonstrasikan teknologi pertanian. Seperti yang dilakukan Trihartomo ahli tanaman coklat sudah membantu masyarakat di kawasan Pahae meliputi Kecamatan Pahae Julu, Pahae Jae, Simangumban dan Purba Tua. Sementara DR.Mohammad Husein berbaur dengan petani kopi di Pangaribuan, Sipahutar, Siborong-borong, Sipoholon, Buanuaji Adiankoting. Khusus Mohammad Husain pakar dari Universitas Jember itu, pekan ini kembali didatangkan ke Taput atas permintaan masyarakat. Sebab saat ini tanaman kopi banyak terserang hama atau penyakit. Menurut Sanggam Hutapea selama 10 hari lagi Mohammad Husain berada di Taput. Sanggam menegaskan kehadiran pakar dari berbagai disiplin ilmu tersebut diharapkan dapat membantu mencerahkan kehidupan petani. Sangat Antusias Kehadiran para pakar pertanian ke Taput ternyata disambut hangat masyarakat. Hal itu terekam dalam talkshow dan dialog interaktif dengan Mohammad Husain melalui salah satu stasiun radio di Tarutung. Masyarakat sangat antusias menanyakan melalui saluran telepon tentang hama penyakit yang melanda kebun kopinya. Demikian juga ketika Sanggam Hutapea diundang untuk dialog interaktif oleh radio yang sama. Banyak dukungan dan pujian kepadanya atas inisiatifnya mendatangkan para pakar membantu masyarakat. Ketika wartawan menanyakan hal itu kepada lulusan pasca sarjana Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini hanya menjawab singkat sebagai panggilan jiwa seorang putra Taput. Untuk membangun sebuah daerah dibutuhkan ahli yang benar-benar menguasai bidangnya. Masyarakat Taput adalah pekerja keras hanya saja mereka tidak mendapat hasil yang maksimal atas pekerjaannya. Jangan sampai “amang-dainang dohot hahanggingku” (orang-tua dan saudaraku) berputus asa. Mereka butuh motivator dan itulah yang saya lakukan, ujar Sanggam Hutapea. Lebih lanjut dikatakan, persoalan lain masih banyak yang hendak ditata ulang terutama menyangkut peningkatan kesejahteraan masyarakat Tapanuli Utara. Apa saja yang dapat kita lakukan dalam waktu cepat memotivasi dan membantu mereka harus dioptimalkan. Penanggulangan hama dan penyakit tanaman, bibit unggul hingga penataan pemasaran setiap komoditas. Saya tidak sabar melihat kondisi petani berhadapan dengan berbagai permasalahan seperti ini. Karenanya, siapapun yang berkenan berpartisipasi sungguh sangat baik. Silahkan. Mari kita saling bahu membahu. Jangan dipikir saya gagah-gagahan dengan membawa mereka ke Taput.,ujar Sanggam Hutapea. Terkait dengan upaya meningkatkan pengetahuan petani di Taput, Sanggam Hutapea Center juga memberangkatkan utusan 15 kecamatan pelatihan pertanian tanaman semusim ke Balai Holtikultura di Berastagi Tanah Karo pada hari Sabtu, 7 Juni 2008. Langkah Sanggam tidak sampai di situ. Dia juga berjanji memboyong pulang DR Martin Panggabean seorang ahli moneter, pemikir di Bank Mandiri ke Bonapasogit. Juga DR T Sipayung dan DR Krisna Wijaya (mantan Dirut BRI). Atas dasar kepedulian terhadap Taput, mereka telah menyatakan kesediaan. Saya sangat salut dan bangga. Dalam aktivitas keseharian yang sangat padat mereka masih mau membantu kita, sebut Sanggam Hutapea. (Rel/c)